IAKN TORAJA — Dalam upaya memperkuat penjaminan mutu dan tata kelola perguruan tinggi secara berkelanjutan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAKN Toraja menggelar Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) Batch #2. Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Juli 2026 ini dilaksanakan secara hybrid (gabungan luring dan daring), berpusat di Gedung Aula Pascasarjana IAKN Toraja.
Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang disiapkan sebagai calon auditor internal. Peserta terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh Koordinator Program Studi di lingkungan IAKN Toraja. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Sanda Mongan, S.Th., M.Pd.K.; Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Dr. Petrus Tiranda, M.Th.; serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Yonatan Sumarto, S.Si., M.Th. Kehadiran pimpinan institut menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan budaya mutu di IAKN Toraja.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., setelah diawali dengan doa oleh Dr. Yohanis Luni Tumanan, M.Th. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa mutu tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen, tetapi menjadi bagian penting dari seluruh proses tridharma perguruan tinggi. Presiden Direktur Best-Q Institute, Rosihan Aslihuddin, M.A.B., CRA., CRP., juga mengapresiasi langkah IAKN Toraja yang terus membangun sistem mutu internal secara konsisten
Materi pelatihan disusun oleh Best-Q Institute dengan memadukan teori, simulasi kasus, dan praktik AMI sebagai auditor maupun auditee. Pada hari pertama, peserta menerima materi tentang pendekatan sistem dalam pengelolaan perguruan tinggi yang dibawakan oleh Rosihan Aslihuddin. Sesi kemudian dilanjutkan dengan materi teori dan perencanaan Audit Mutu Internal oleh Yusuf Nalim, S.Si., M.Si., serta pembahasan tentang pelaksanaan dan efektivitas AMI.
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada penguatan metode audit dan etika auditor. Rosihan Aslihuddin memimpin simulasi peran sebagai auditee dan auditor dalam pengisian Formulir AMI. Selanjutnya, Yusuf Nalim membawakan materi tentang teknik wawancara, telusur dokumen, kode etik auditor, dokumen standar SPMI sebagai kriteria audit, serta teknik penulisan laporan AMI yang akurat dan berbasis bukti.
Hari ketiga menjadi puncak pelatihan melalui simulasi dan praktik audit lapangan secara langsung. Sesi terakhir diperkuat dengan materi teori dan praktik Tinjauan Manajemen berbasis studi kasus oleh Yusuf Nalim. Materi ini menjadi penting karena hasil audit diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi dasar perbaikan dan kebijakan strategis institusi. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan ujian post-test sebagai syarat kelulusan sertifikasi auditor dari Best-Q Institute.
Wakil Rektor I, Dr. Sanda Mongan, S.Th., M.Pd.K., secara resmi menutup kegiatan sekaligus berharap para auditor baru dapat segera berperan dalam memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal IAKN Toraja. Bagi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), pelatihan ini menjadi eviden krusial atas pelaksanaan program penguatan kapasitas auditor, peningkatan budaya mutu, dan keberlanjutan siklus AMI di lingkungan institut.
