Toraja, 24 Juli 2025 – Menjawab tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi yang semakin dinamis, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi intensif selama tiga hari (21-23 Juli 2025). Acara bertajuk “Sosialisasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Berbasis Permendikbud No. 53 Tahun 2023 dan Strategi Menghadapi Akreditasi serta Sosialisasi Instrumen Terkini” ini digelar di Aula Pascasarjana IAKN Toraja dan dihadiri oleh para pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan ini menjadi platform strategis untuk memahami landasan hukum terbaru, Permendikbud No. 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang menjadi acuan utama penjaminan mutu dan akreditasi. Tak hanya itu, acara juga secara komprehensif membedah strategi konkret bagi Perguruan Tinggi (PT) dan Program Studi (Prodi) untuk sukses menghadapi proses akreditasi, termasuk kunci lolos automatisasi PT dan Prodi.
Tiga Pakar Mutu Berbagi Ilmu:
Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th (Asesor BAN-PT & LAMDIK): Membawakan materi krusial tentang “Strategi Penyusunan Borang Akreditasi yang Efektif”. Beliau membagikan kiat-kiat praktis berdasarkan pengalaman luas sebagai asesor, mulai dari memahami filosofi instrumen, menghindari jebakan umum dalam pengisian, hingga teknik penyajian data dan dokumen pendukung yang meyakinkan. Peserta diajak untuk tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga menyusun borang yang merefleksikan capaian dan komitmen mutu institusi secara holistik.
Yusuf Nalim S.Si., M.Si (Praktisi Penjaminan Mutu, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan): Fokus pada implementasi teknis dan strategi jitu. Materi beliau mencakup “Strategi Lolos Automatisasi Program Studi” yang menjadi concern banyak Prodi, serta Sosialisasi Mendalam Instrumen LAMDIK IAPS 2.0. Yusuf Nalim menekankan pentingnya kesiapan data yang terintegrasi, konsistensi dalam pelaporan mutu, dan pemahaman mendetail terhadap kriteria automatisasi dan instrumen khusus LAMDIK.
Rosihan Aslihuddin, S.Sos., M.A.B., CRP., CRP (Staff Ahli LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang): Memberikan perspektif operasional penjaminan mutu harian. Materinya meliputi Sosialisasi Instrumen IAPT 4.0 (untuk akreditasi institusi) dan Sosialisasi Instrumen IAPS 5.0 (untuk akreditasi program studi). Rosihan membahas poin-poin krusial dalam instrumen terbaru, interpretasi indikator, serta strategi LPM dalam memastikan kesiapan dan keberlanjutan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang efektif mendukung akreditasi.
Antusiasme dan Diskusi Kritis Peserta:
Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta tidak hanya aktif menyimak, tetapi juga melontarkan berbagai pertanyaan kritis yang mencerminkan kesadaran tinggi akan tantangan penjaminan mutu ke depan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain:
Implementasi praktis Permendikbud 53/2023 di lapangan.
Strategi mengatasi kendala sumber daya (manusia, anggaran, teknologi) dalam memenuhi standar baru.
Teknik efektif membangun budaya mutu yang berkelanjutan di seluruh level unit kerja.
Menghadapi kompleksitas dan dinamika instrumen akreditasi yang terus diperbarui (IAPT 4.0, IAPS 5.0, Lamdik IAPS 2.0).
Kiat memastikan konsistensi data dan dokumen untuk mendukung proses automatisasi dan akreditasi penuh.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti komitmen IAKN Toraja dan peserta dari berbagai institusi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dengan pemahaman mendalam terhadap Permendikbud No. 53 Tahun 2023, penguasaan strategi penyusunan borang, kiat lolos automatisasi, serta pemahaman tuntas terhadap Instrumen IAPT 4.0, IAPS 5.0, dan Lamdik IAPS 2.0, diharapkan PT dan Prodi dapat menghadapi era akreditasi baru dengan lebih percaya diri dan siap meraih hasil yang optimal. Semangat kolaborasi dan diskusi kritis yang terbangun selama tiga hari di Toraja menjadi modal berharga untuk menjawab tantangan penjaminan mutu masa depan.